Minggu, 07 April 2013

Remind for Evangelism


Amanat agung Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya ialah pergi memberitakan Injil ke segala suku bangsa di seluruh dunia (Mat. 28:19-20; Kis. 1:8). Tiga langkah yang perlu dipersiapkan sebelum amanat agung itu dilakukan oleh para murid. Pertama, murid-murid menunggu di Yerusalem akan janji Bapa dan Anak yakni Roh Kudus. Kedua, murid-murid bertekun dalam doa. Ketiga, murid-murid tekun bersekutu. Tentulah bagian pertama tidak lagi dilakukan oleh murid-murid Kristus zaman sekarang ini karena Roh Kudus telah dicurahkan atas gereja dan termeterai di hati setiap orang percaya.

Selain itu, amanat agung itu perlu dipahami bahwa inisiatif pemberitaan Injil itu berasal dari Tuhan dan kepastian akan siapa yang mendengar Injil ialah Roh Allah yang berdaulat menetapkannya. Murid-murid Yesus hanya hamba Allah yang tunduk perintah Allah untuk memproklamasikan Injil dengan tulus dan berani.

Amanat agung Tuhan terdiri atas tiga bagian penting untuk dicermati. Pertama, "pergilah" artinya setiap murid Yesus dengan sengaja dan penuh inisiatif untuk melakukan kehendak Allah. Ibarat seorang kopral yang diperintah seorang jenderal untuk pergi ke medan perang. Kopral itu tidak bertanya "mengapa? atau bagaimana?" karena jenderal itu sudah memberikan perintah, ia harus dilaksanakan, jikalau tidak, maka itu berarti pembangkangan. Demikian juga sebagai murid Tuhan, orang Kristen harus pergi memberitakan Injil, jikalau tidak, maka ia seorang Kristen yang membangkang kepada Tuhan. Tentulah kita tidak mau disebut sebagai pembangkang!

Amanat agung Tuhan terdiri atas tiga bagian penting untuk dicermati. Pertama, "pergilah"....Kedua, "jadikanlah segala suku bangsa...." Pemberitaan Injil dilakukan oleh seorang murid kepada suku-suku bangsa di seluruh dunia. Suku-suku bangsa itu melekat di dalamnya bahasa, budaya dan kepercayaan serta wawasan dunianya. Murid-murid Kristus akan menghadapi seseorang atau sebuah komunitas dari sebuah suku bangsa untuk berupaya mengomunikasikan berita Injil. Terlepas dari adanya pembatasan bangsa secara geopolitik dan wilayah, pemberitaan Injil akan memasuki dan melewati batas-batas tersebut.

Karena murid-murid Kristus akan berhadapan dengan manusia yang berbudaya, maka ia pun harus belajar dan memahami bahasa, budaya, atau wawasan dunia pendengar Injil. Jikalau ada suatu bahasa yang mempersatukan ratusan suku bangsa, misalnya bahasa Indonesia, bahasa Mandarin, bahasa Inggris, dll. namun pemahaman akan budaya dan adat-istiadat dari seseorang yang akan mendengar berita Injil haruslah juga dipelajari dengan baik. Hal itu berguna untuk menjalankan upaya komunikasi yang efektif dalam pemberitaan Injil. Ingatlah bahwa orang percaya juga adalah seorang murid Kristus. Murid identik dengan belajar dari Tuhan. Dalam hal ini seorang murid akan melakukan upaya kontekstualisasi untuk pemberitaan Injil.

Ketiga, "Pergilah, jadikalah segala suku bangsa murid-Ku." Murid-murid Yesus diutus ke dunia ini untuk menjadikan orang yang belum percaya sebagai murid Tuhan Yesus. Pemberitaan Injil akan mencapai tujuan yang sesuai kehendak Allah apabila seorang murid menjadikan orang lain menjadi murid Yesus Kristus. Murid-murid Kristus akan memiliki status yang setara dengan orang yang percaya kepada Tuhan yakni murid-Nya. Kita tidak menjadikan orang lain itu menjadi murid manusia atau murid agama atau murid sebuah organisasi keagamaan. Sudahkah kita sungguh-sungguh membawa orang lain menjadi murid Kristus!

Roedy Silitonga

Kewajiban Orang Kristen

Kewajiban Bersaksi

Kewajiban orang Kristen ialah bersaksi memberitakan Injil Kristus dengan cara yang baik, sopan, suci dan tidak bersifat imperialis. Kewajiban bersaksi dilakukan dengan perkataan yang suci, benar dan adil; kewajiban bersaksi dilakukan dengan perbuatan baik yang suci, benar dan adil; kewajiban bersaksi dilakukan dengan penuh tanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang tepat, jelas, dan akurat. Kewajiban bersaksi hanya berpusat pada Tuhan Yesus Kristus dan firman Tuhan. Bukan pada kekuatan pada diri sendiri atau perkataan manusiawi. Kewajiban bersaksi dapat dilakukan melalui pendidikan, pekerjaan sosial, film, lagu, sinteron, budaya, dll. Kewajiban bersaksi juga dapat juga dilakukan melalui traktat, email, facebook, twiters, dll. Kewajiban bersaksi juga dapat dilakukan melalui khotbah, seminar, kkr, bakti sosial, pertolongan darurat, dll. Sudahkah Saudara memanfaatkan segala kemungkinan dan kesempatan yang ada? Tetaplah bersaksi bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.


Kewajiban Bersekutu


Kewajiban setiap orang Kristen untuk mengikuti dan menghadiri persekutuan. Karena orang Kristen tidak dipanggil untuk hidup sendirian tetapi hidup di dalam persekutuan yang suci. Kewajiban setiap orang Kristen untuk menghadiri kebaktian Minggu untuk beribadah kepada Tuhan dalam kurun waktu dua sampai tiga jam. Namun kewajiban bersekutu ini pun dapat dilakukan setiap tengah minggu atau setiap bulan di gereja atau di rumah jemaat. Kewajiban bersekutu merupakan kewajiban suci yang diperintahkan Tuhan. Jikalau orang Kristen tidak lagi bersedia melaksanakan kewajiban bersekutu ini, maka orang tersebut tidak layak menyandang dirinya sebagai orang Kristen. Sudahkah Saudara sungguh-sungguh melakukan kewajiban bersekutu ini?

Kewajiban Berbuat Baik

Kewajiban orang Kristen untuk berbuat baik sedemikian rupa kepada semua orang tanpa diskriminasi apa pun. Kewajiban berbuat baik dapat dilakukan secara pribadi, per kelompok, atau gereja. Kewajiban berbuat baik dilakukan di tengah keluarga, di tengah masyarakat dan di tengah kehidupan berbangsa. Jangan tanyakan perbuatan baik yang dapat dilakukan, tetapi lakukan saja berbuat baik, berbagi kasih, menjalankan keadilan, menyatakan kesucian hidup secara pribadi setiap hari. Kewajiban berbuat baik untuk menolong sesama tanpa diskriminasi apa pun, membantu orang miskin dan orang bodoh, membantu pemerintah dalam menjalankan kewajibannya, membantu para rohaniawan dalam melaksanakan misi perdamaian, membantu para politikus dalam menegakkan keadilan hukum, membantu para dokter dan para medis untuk menjaga kesehatan, dll. Tetaplah berbuat baik kepada sesama dalam segala keadaan. Sudahkah Saudara berbuat baik untuk sesama?

Kewajiban orang Kristen untuk menjaga lingkungan hidup di bumi sesuai kehendak Allah. Kewajiban lingkungan dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik; kewajiban lingkungan untuk menanam pohon, tanaman, dan berbagai tumbuhan yang berguna bagi manusia; kewajiban lingkungan dalam menggunakan air bersih, pengelolaan limbah industri dan rumah tangga, pemanfaatan sungai dan laut dengan benar, dll. Orang Kristen wajib memelihara dan mengelola lingkungan dengan baik. Karena itu sangat memalukan kalau ada orang Kristen yang merusak lingkungan, melakukan membalakan hutan secara ilegal, tidak mau melakukan rehabilitasi dan reboisasi; sangat memalukan kalau ada perusahaan industri yang dimiliki orang Kristen membuang limbah industri ke sungai dan laut sehingga merusak dan mencemari lingkungan hidup. Sudahkah Saudara menajaga lingkungan hidup sebagai kewajiban?



Kewajiban Belajar Teologia

Kewajiban orang Kristen untuk belajar teologi yang benar dan bertanggung jawab sesuai sumber dari Alkitab. Kewajiban berteologi bukanlah milik seminari atau para rohaniawan atau para aktivis gereja. Kewajiban berteologi merupakan kewajiban orang Kristen dalam mempertanggung jawabkan iman, kasih, dan harapannya. Kewajiban berteologi dilakukan dengan presaposisi bahwa Alkitab adalah firman Tuhan, segala kebenaran adalah kebenaran Allah, Allah yang mutlak dan personal yang transenden dan imanen merupakan sumber-sumber berteologi. Kewajiban berteologi dapat diperoleh dari pembelajaran teks, konteks dan makna asli dari seluruh Alkitab, pembelajaran dari sejarah penebusan dan gereja, sejarah perjanjian Allah dengan manusia, pembelajaran akan pemikiran bapa-bapa gereja abad-abad awal gereja berkembang, dll. Kewajiban berteologi selalui berpusat pada Allah Tritunggal (Bapa-Anak-Roh Kudus). Di luar ajaran dan sumber yang benar, maka kewajiban berteologi akan melahirkan penyesatan. Kewajiban berteologi tidak berhenti pada pengalaman dan pengertian, tetapi diuji dengan utuh berdasarkan Alkitab dalam kehidupan setiap hari di bumi ini. Sudahkah Saudara melakukan kewajiban berteologi?

Kewajiban membaca buku-buku teologia yang bermutu supaya kita tahu apa yang ada di dalam pemikiran para teolog dan kita dapat mengambil makna rohaninya untuk pedoman praktis sehari-hari. Kewajiban membaca buku teologia ini disosialisasikan bagi setiap orang Kristen di lingkungan sekolah, kampus, kantor, keluarga, masyarakat, pemerintahan, dll. Namun waspada dan singkirkanbuku-buku rohani yang bersumber hanya dari pengalaman pribadi saja, misalnya pengalaman ke neraka. Karena buku-buku rohani seperti itu tidak bermutu dan meremehkan keagungan Allah bagi manusia. Kewajiban membaca buku teologia bukan untuk rohaniawan, aktivis gereja, atau para teolog muda. Sudahkah Saudara membaca buku rohani yang bermutu, berkualitas, dan berdedikasi?Kewajiban membaca buku-buku ilmu pengetahuan dan sains yang bernilai sesuai dengan kebutuhan akademis, kebutuhan konseptual, dan kebutuhan praktis. Kewajiban baca buku tersebut merupakan sarana untuk mengembangkan mandat budaya, pengelolaan-pemeliharaan bumi dan isinya, bagi orang-orang Kristen di seluruh dunia. Kewajiban baca buku itu bukan hanya untuk menambah pengetahuan dan pengertian saja, tetapi juga untuk menambah wawasan berpikir dan bertindak. Karena segala kebenaran adalah kebenaran Allah. Kemalasan membaca buku akan menghambat kemajuan suatu peradaban. Sudahkah Saudara melakukan kewajiban membaca buku-buku ilmu pengetahuan dan sains?


Kewajiban Mengenal Budaya

Kewajiban mengenal budaya keluarga intinya supaya ia tidak kehilangan jati dirinya sebagai manusia berbudaya. Seringkali orang Kristen melupakan akar budayanya sehingga lupa akan fakta leluhurnya yang menjadi akar kehadirannya. Kewajiban ini bukan untuk Saudara menyembah leluhur dan kita menolak menyingkirkan sejarah leluhur. Kewajiban mengenal budaya keluarga ini diperlukan dalam melawan arus budaya asing yang terkadang merusak tatanan sosial budaya yang sudah baik. Misalnya, sikap hormat kepada orangtua dan menghargai guru, dimana hal itu telah hilang dan bergeser. Ketika ada pandangan orang asing menuntut kesetaraan gender, kita seringkali menyikapinya sebagai pembalasan atas ketertindasan, buka sebagai buah kebenaran Allah bahwa semua orang setara di hadapan Allah sebagai image of God. Kewajiban mengenal budaya keluarga merupakan bagian dari penghargaan akan keragaman yang Allah berikan kepada manusia. Sudahkah Saudara mengenal budaya keluargamu sendiri?


Kewajiban Berdoa

Kewajibanku setiap hari ialah berdoa dan membaca Alkitab supaya aku dituntun Tuhan untuk melakukan segala perbuatan yang benar. Bagaimana kudapat berbuat yang benar, jikalau aku sendiri tidak mengenal kebenaran? Karena aku bukanlah kebenaran. Tuhan adalah Kebenaran dan firman-Nya adalah kebenaran. Sebab itulah aku mau belajar kebenaran tiap hari karena di dalam kebenaran Allah, aku menerima kemerdekaan sejati. Maukah Saudara menjalankan kewajiban spiritual ini setiap hari?
Kewajibanku berbagi dengan sesama melalui doa-doa syafat bagi orang lain yang belum mengenal Jususelamat. Aku memang tidak pandai berbicara dan tidak pandai berkhotbah mengenai Juruselamat satu-satunya. Namun aku dapat melakukan kewajiban tersebut melalui doa-doa pribadiku. Orang lain tidak perlu tahu siapa orang yang kudoakan setiap hari; namun aku berharap orang-orang itu menerima keselamatan dari Allah, menerima berkat dari Tuhan, dan sejahtera hidupnya. Maukah Saudara peduli dengan sesama hari ini?


Kewajibanku setiap hari ialah bekerja di tempat yang dikaruniakan Allah. Karena Tuhan telah mengaruniakan talenta dan kekuatan fisik untuk bekerja. Sebab jikalau tidak bekerja, maka sesungguhnya aku tidak layak makan dan minum. Kewajibanku bekerja juga berguna untuk mencukupkan kebutuhanku dan keluargaku; aku pun bekerja supaya dapat juga sedikit berbagian dengan hal-hal sosial-budaya. Maukah Saudara menjalankan kewajiban bekerja ini tiap hari, karena bekerja juga sakral adanya?


Kewajibanku mendoakan seorang teman yang sedang dalam pergumulan di kota yang lain. Kuberdoa agar dia dan keluarganya selalu dalam pertolongan dan penghiburan dari Allah sehingga nyatalah damai sejahtera Kristus memerintah hidupnya dan keluarganya. Kuberdoa agar dia dan keluarganya diberikan rejeki dan berkat agar melaluinya nama Tuhan dimuliakan dan ditinggikan. Sudahkah Saudara mendoakan sahabat Saudara yang jauh di sana?

Kewajibanku ialah memberitakan Injil Yesus Kristus setiap hari kepada semua orang dari berbagai lapisan masyarakat. Injil yang kuberitakan bukan dari diriku sendiri tetapi dari Alkitab. Karena Alkitab adalah firman Tuhan, satu-satunya yang diwahyukan Allah kepada manusia. Sudahkah Saudara hari ini memberitakan Injil Yesus Kristus?



Kewajiban Berbagi Berkat

Kewajibanku berbagi berkat rohani dan materi kepada anak-anak yang sudah mulai tumbuh menjadi remaja. Karena mereka calon pemimpin masa depan yang wajib belajar firman Tuhan, diberikan kecukupan makan-minum-pakaian, dan perhatian khusus. Kewajibanku mengajari dan menjadi teladan di depan mata mereka, bagaimana seharusnya hidup yang benar dan suci. Sekalipun aku seringkali gagal dan tidak dapat berbuat apa-apa. Kiranya Tuhan Yesus menolong kita memperbaiki diri dan memulai lagi perbuatan yang benar buat anak-anak. Sudahkan Saudara berbagi berkat rohani dan materi kepada anak-anak Saudara atau kepada anggota keluargamu?

Kewajibanku berkata-kata dengan jujur dan apa adanya; tentulah kulakukan dengan penuh tanggung jawab supaya orang lain tidak tersinggung; Namun apabila karena kebenaran yang kukatakan itu orang lain tidak menyukaiku; aku pun tetap mendoakannya. Kewajibanku berkata-kata dengan benar dan suci, memang ini masih terus kuusahakan, karena seringkali kepeleset mengucapkan kata-kata sia-sia. Kiranya Tuhan menolongku untuk berkata-kata dengan baik dan sopan. Maukah Saudara berkata-kata melalui media apa pun dengan kata-kata yang baik, sopan, dan membangun sesama?

Kewajibanku untuk menjaga kesehatan supaya tubuh tetap berguna mengerjakan tugas rutin atau dadakan. Karena itu kewajibanku untuk berolahraga minimum seminggu sekali, menjaga pola makan yang sehat, minum air secukupnya, istirahat malam hari dengan tepat waktu, dll. Sudahkah Saudara melakukan kewajiban kesehaan tubuh setiap hari?
Kewajibanku mendengarkan orang lain menyampaikan pendapatnya, sekalipun sulit dimengerti baik isi atau kata-katanya. Karena kita dapat belajar dari orang lain tentang kebenaran yang tersirat melalui pendapat orang lain. Sebab kita tahu segala kebenaran adalah kebenaran Allah. Mungkin saja orang itu berbeda dalam usia, budaya, pendidikan, status sosial, dll. Namun kita wajib mendengar pendapat mereka seperti layaknya orang lain mendengarkan pendapat kita. Bukankah kita ingin menerima yang baik dari orang lain, maka marilah kita juga melakukan dahulu yang baik kepada orang lain. Maukah Saudara belajar mendengar pendapat orang lain?

Kewajibanku membayar pajak, seperti yang telah dicontohkan Kristus. Sekalipun kita kurang memahami bagaimana proses dan pelaksanaan pengunaan pajak yang kita setorkan kepada pemerintah; namun kita diwajibkan membayar pajak sesuai dengan aturan yang berlaku. Kewajibanku membayar pajak bukan sekedar kepatuhan kepada pemerintah, tetapi kepatuhanku kepada Allah dan pemerintahan-Nya yang kekal dan berdaulat mutlak. Mungkin saja ada hal-hal yang kita ragukan atas penggunaan pajak, tetapi kewajiban pajak itu janganlah diabaikan karena alasan itu. Kita yang berkompeten atas pengawasan penggunaan pajak memiliki kewajiban untuk mengawasi pengelolaan pajak yang benar dan tepat. Dan kita yang tidak bersentuhan langsung dengan hal-hal itu dapat mendoakan pemerintah sebagai pengelola pajak tersebut. Sudahkah Saudara membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku dan mendoakan pengelolaannya?
Kewajibanku memperbaiki diri setiap hari supaya hidup sesuai kehendak Allah. Kita perlu memeriksa hati di hadapan Tuhan dengan firman-Nya agar hati kita tetap dibersihkan-Nya. Karena kita sadar bahwa kita memiliki berbagai kelemahan dan keterbatasan. Kita wajib melakukan pembaruan akal budi dan hati nurani dengan kuasa firman Tuhan dan Roh Kudus supaya langkah hidup kita berjalan sesuai dengan rancangan damai sejahtera-Nya. Kewajibanku ini dilakukan supaya aku tidak berlari-lari menilai dan menghakimi orang lain, tidak melihat selumbar di mata orang lain padahal balok di mataku belum dibersihkan. Karena itu kewajiban memperbaiki diri merupakan cerminan bagiku untuk lebih baik dari hari ini. Maukah Saudara memperbaiki diri setiap hari di hadapan Tuhan?
Kewajibanku mendorong orang lain untuk maju meraih masa depan. Mungkin kita pernah gagal atau putus asa, namun yang penting ialah jangalah kita putus asa dan kehilangan harapan. Jikalau kita masih hidup, berarti kita masih diberikan kesempatan untuk menjalankan pembaruan hidup dalam segala. Kita tidak perlu menyerah dengan keadaan, tetapi kita perlu terus menerus memperbarui keadaan dan menggunakan segala kesempatan yang ada untuk mencapai harapan baru. Maukah Saudara tetap berjuang mencapai yang terbaik?

Roedy Silitonga

Rabu, 03 April 2013

Natur dan Pribadi Allah





Presaposisi Alkitab diawali dengan pengenalan akan adanya Allah. Kita tidak memperdebatkan akan keberadaan Allah. Kitab Kejadian dimulai dengan "Padamulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kej. 1:1)." Kita yakin dan percaya akan keberadaan Pencipta semesta alam. Namun, persoalan yang sekarang banyak dipertanyakan orang Kristen dan di luar Kristen ialah siapakah Allah di dalam Alkitab?


Perjanjian Lama menuliskan akan Allah dengan sebutan Elohim, YHWH, dan Adonai secara progresiv dan berkesinambungan bagi umat Tuhan, khususnya bagi Israel waktu itu. Ketiga sebutan dan panggilan serta pengungkapan akan siapa Allah dituliskan oleh para penulis (misalnya, Musa) berdasarkan inspirasi Allah. Kita percaya bahwa pengetahuan manusia akan Allah dapat diperoleh berdasarkan penyataan Allah sendiri bagi manusia, khususnya melalui Alkitab. Pembelajaran kita akan kata "Kita" (Kej. 1:26-27, dll) dan kata "Esa" (Ul. 6:4) memberikan gambaran secara tegas akan ke-Esa-an Allah dan sekaligus bukan hanya satu pribadi. Perjanjian Lama secara tegas dan konsisten mengenai ke-Esa-an Allah dan secara tersirat menjelaskan tentang personalitas-Nya. Kita membaca akan adanya Allah, Roh Allah dan bahkan mengenai "Allah dan Manusia" dalam pergumulan Yakub di Pniel sebelum Yakum berjumpa dengan Esau paska keluar dari rumah Laban. Demikianlah kita mendapati akan Allah, yang Mutlak dan Personal di dalam ke-Maha-an-Nya dan ke-dekat-an-Nya.

Perjanjian Baru menuliskan dan memperkenalkan akan ke-Esa-an Allah dan Tiga Pribadi. Injil Matius dengan lugas dan gamblang menuliskan akan ke-Esa-an dan Tiga Pribadi. Misalnya dalam inkarnasi Kristus yang menyatakan secara jelas perbedaan antara Anak Allah yang inkarnasi dan dikandung oleh Roh Kudus di dalam kandungan Maria; Konnfirmasi Bapa dan kehadiran Roh Kudus sewaktu Kristus di baptis di sungai Yordan; dan ketika Kristus memberi perintah kepada para murid supaya membaptis murid yang dimuridkan murid menjadi murid Kristus di dalam Nama (Esa) Bapa, Anak, Roh Kudus (Tiga Pribadi). Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus menjelaskan akan keberadaan diri-Nya, Bapa, dan Roh Kudus dari awal sampai akhir. Paulus dalam surat-suratnya pun menyatakan secara tegas akan Tiga Pribadi yang disembah orang Kristen.

Ketiga Pribadi, setara sehakekat dalam ke-Allah-an-Nya. Bapa, Anak, Roh Kudus adalah Pencipta, Pemelihara, Penebus dan Penghibur bagi umat-Nya sepanjang sejarah. Ketiga-Nya yang Esa, tidak ada yang lain seperti Allah. Dalam pelaksanaan keselamatan, Bapa merencanakan, Anak mengerjakan melalui inkarnasi, kematian-kebangkitan, dan Roh Kudus berkarya melahirkan kembali. Ketiga-Nya yang bekerja sampai sekarang dan nyata ke-Maha-an-Nya dan ke-dekat-an-Nya.

Satu Natur Tiga Pribadi tidak akan ada analogi dan padanan yang dapat ditemukan di dalam seluruh ciptaan Allah. Semakin mencari analogi, semakin terlihat dan nampaklah keterbatasan dan kelemahan manusia. Kita harus menyadari bahwa manusia adalah ciptaan yang terbatas dan telah berdosa; Allah adalah Pencipta, yang tidak terbatas dan kudus. Apa yang dituliskan dalam Alkitab secara terbuka bagi manusia merupakan sumber akan pengenalan akan Allah.

Roedy Silitonga

Selasa, 02 April 2013

Kewajiban



Tuntutlah kewajiban, bukan hak. Sebab di dalam hal itulah kita dapat membedakan orang yang berhati mulia atau berhati egois. Kewajiban mendahului hak, bukan hak mendahului kewajiban. Karena di dalam kewajiban itulah sesungguhnya hak-hak manusia diwujudkan secara konkrit. Misalnya, kewajiban membayar pajak. Jikalau semua warga negara dengan jujur dan bertanggung jawab membayar pajak, bukankah kewajiban itu akan memenuhi hak hidup bagi orang banyak; kewajiban belajar gratis dari pemerintah untuk tiap warga negar akan memberikan hak berpikir yang luas bagi setiap warga negaranya. Lalainya kewajiban, hilangnya hak!

Lalainya kewajiban, hilangnya hak!
Kalau orangtua lalai menjalankan kewajiban mendidik anak-anaknya, maka hak anak untuk mendapatkan penghidupan yang layak dan masa depan yang cerah akan mengalami kehancuran dan kerusakan.
Karena itu kewajiban mendahului hak orang lain; Nah kewajiban itu merupakan hak yang diserahkan kepada orang lain untuk dirinya tidak menggunakan haknya demi kepentingan hak orang lain. Kewajiban yang terabaikan akan mematikan hak hidup bagi sesama! Jalankanlah kewajiban-kewajiban Saudara sebagai anggota keluarga, sebagai orangtua, sebagai warga negara, sebagai pemerintah, sebagai dosen, sebagai mahasiswa, sebagai dokter, sebagai pasien, dll.

Segala bentuk kewajiban adalah mulia!
Tidak ada kewajiban yang hina atau remeh. Semua kewajiban bagi sesama merupakan perbuatan mulia karena ada banyak orang di luar diri kita yang akan diuntungkan, menikmati, disukakan, dan berbahagia. Bukankah kewajiban yang sama akan kita terima dari orang lain atau pihak lain. Kewajiban selalu berhubungan dengan pihak lain yang sedang menantikan hak-haknya terpenuhi. Tumbuhkembangkanlah kewajiban asasi manusia!

Seringkali kita mendengar teriakan manusia tentang hak asasi manusia, bahkan dilembagakan baik secara lokal, nasional dan internasional. Namun hampir tidak terdengar teriakan manusia tentang kewajiban asasi manusia. Mengapa demikian? Karena manusia sudah berdosa dan selalu ingin mencintai dirinya saja. Manusia lebih suka mementingkan dirinya dibandingkan mengasihi sesama. Sebab itulah manusia lebih suka meneriakkan hak asasinya. Mengapa manusia tetap berteriak menuntut hak? Karena pihak lain tidak menjalankan kewajiban-kewajibannya.


Karena  itulah marilah kita menjalankan kewajiban. Jalankan kewajiban Saudara menurut kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri sendiri, menurut tugas yang diberikan, menurut talenta yang disediakan, menurut jabatan atau posisi yang tersedia, menurut kedudukan yang sekarang, dll. Jalankan kewajiban Saudara dengan penuh kasih, penuh kerelaan, penuh kesungguhan, penuh kesabaran, penuh ketekunan, penuh kebenaran, penuh keadilan, dll. Pandanglah kepada Kristus ketika Saudara menjalankan kewajiban-kewajiban mulia!

Roedy Silitonga