Minggu, 07 April 2013

Hidup Kudus


Allah menciptakan manusia sebagai image of God. Manusia memiliki penegtahuan, kebenaran-keadilan, dan kekudusan. Dosa telah merusak semua unsur tersebut. Manusia berdosa kepada Allah berdasarkan keinginannya sendiri. Allah membenci dosa dan menolak orang berdosa karena Allah kudus adanya. Karena itu manusia harus dihukum karena dosa-dosanya. Di dalam kasih, Allah mengaruniakan pengampunan dan keselamatan melalui penebusan oleh Yesus Kristus. Karena darah Kristus manusia dikuduskan dan diampuni dosa-dosanya. Ketika kita percaya, Kristus menguduskan kita dan membawa kembali kita memiliki hubungan pribadi dengan Allah. Sebab dosa telah memisahkan kita dengan Allah yang kudus. Itulah sebabnya kita dikuduskan dan dibenarkan, itu bukan hasil usaha kita tetapi hasil karya Kristus di atas kayu salib.

Tanggung jawab anak-anak Tuhan senantiasa  berjuang untuk hidup dalam kekudusan. Dalam status rohani, orang-orang percaya adalah orang-orang kudus; namun kehidupan kudus seumur hidup di bumi harus diperjuangkan dengan segenap hati dan kekuatan. Tanpa kekudusan tidak ada orang yang berjumpa dengan Allah. Hidup kudus berarti hidup benar sesuai ajaran Tuhan, pikiran benar seperti pikiran Tuhan, perasaan benar seperti perasaan Tuhan. Hidup kudus berarti berkata-kata dengan kata-kata suci, kata-kata mulia, dan kata-kata membangun orang lain dalam kasih. Hidup kudus berarti hidup rela menolak dosa dan segera lari dari segala bentuk kejahatan. Sudahkah kita hidup kudus tiap hari? Bagaimana kita dapat menjaga hidup kudus ialah dengan menjaga hati kita sesuai dengan firman Tuhan. Karena itu orang-orang kudus senantiasa mencintai firman Tuhan, merenungkan firman Tuhan, dan menjadi pelaku firman Tuhan. 

Marilah kita hidup kudus dalam setiap bidang hidup kita dimana pun dan kapan pun. Semakin kudus semakin dekat Tuhan, semakin dekat Tuhan semakin kudus!

Roedy Silitonga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar